NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berikan informasi terbaru terkait kondisi erupsi gunung-gunung api di Indonesia. Data ini diambil berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Kamis, 10 September 2026 pukul 07.00 WIB.

Citra RGB Himawari-9 adalah proses pengolahan data yang diambil dari satelit cuaca. Beberapa kanal dari data satelit kemudian digabungkan ke dalam saluran warna red (merah), green (hijau), dan blue (biru), sehingga diperoleh identifikasi warna yang lebih jelas.

Dari lima gunung api yang tengah erupsi, BMKG menemukan ada dua gunung yang tidak terdeteksi dan satu gunung yang tidak dapat teramati. Dikutip dari postingan Instagram resmi BMKG, Kamis (10/9/2026), berikut informasinya.

Adapun sebaran debu vulkanik di 5 gunung api di Indonesia, yaitu:

Sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) disebutkan BMKG tidak terdeteksi. Meskipun tidak terdeteksi atau teridentifikasi, BMKG menyebut bukan berarti GAK sudah berhenti mengeluarkan debu vulkanik.