Prof Alfred menjelaskan para ahli geologi telah mengetahui bahwa kondisi Jazirah Arab dahulunya merupakan padang rumput hijau yang dialiri sungai-sungai dan menetapkannya sebagai kebenaran ilmiah. Ia kembali menjelaskan apabila dilakukan penggalian tanah di titik mana pun, akan ditemukan jejak-jejak yang menunjukkan bahwa Jazirah Arab dulunya merupakan tanah subur berupa padang rumput dan sungai-sungai.

Kemudian ia menyebutkan salah satu bukti, yakni ditemukannya jejak kampung hijau bernama al-Faw yang di bawah gurun pasir 'Rub al-Khali.

Masih merujuk pada buku yang sama, Prof Alfred kembali menjelaskan para ahli geologi telah meneliti sejarah bumi di masa lampau dan menyimpulkan Jazirah Arab pernah mengalami fase pada zaman es. Fase zaman es merujuk pada fenomena ketika air laut dalam volume besar akan berkumpul di Kutub Utara yang beku, lalu bergerak perlahan menuju arah selatan. Pergerakan ini akan mempengaruhi tanah yang dilalui, termasuk Semenanjung Arab. Kondisi ini menyebabkan cuaca Jazirah Arab menjadi dingin, paling banyak dicurahi hujan, dan dialiri banyak sungai. Fenomena ini telah menjadi fakta ilmiah yang tak terbantahkan.