Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meet and greet, permainan tradisional, pertunjukan Gendang Beleq yang dipukul oleh para pebalap, hingga ditutup dengan pembagian merchandise secara langsung oleh para riders kepada masyarakat.
"Deru semangat masyarakat Mataram menunjukkan besarnya kecintaan terhadap motorsport di Indonesia. Riders Parade menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan para pembalap dunia sekaligus memberikan dukungan kepada pembalap Indonesia. Kami berharap momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia semakin memperkuat semangat motorsport nasional, menginspirasi generasi muda, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap talenta Indonesia yang berkompetisi di panggung dunia," ujar Baron.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi motor sport kelas dunia, tetapi juga memperkuat posisi Mandalika dan NTB sebagai destinasi sport tourism, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari pengalaman MotoGP di Indonesia.
"Dimulai dari Taman Sangkareang dan berakhir di Taman Udayana, parade ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan olahraga dengan kekayaan budaya dan antusiasme masyarakat NTB. Kehadiran para pebalap dunia bersama talenta Indonesia, Mario Aji dan Veda Pratama, diharapkan dapat semakin membangun kebanggaan dan semangat masyarakat untuk mendukung #IndonesianHeroes serta menjadikan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai momentum bagi Indonesia untuk semakin mendunia," demikian Troy.