Sementara abu vulkanik dengan ketinggian hingga 50.000 kaki atau setinggi 15 km bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang terdampak tim redaksi lain:
Sebaran abu vulkanik ini juga menyebabkan sejumlah bandara ditutup sementara. Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan Perum LPPNPI/Airnav pada 6 September, terdapat penutupan sementara operasional Bandar Udara Soekarno-Hatta, Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Bandar Udara Radin Inten II, dan Bandar Udara Budiarto pada waktu yang berbeda. Pemberitahuan ini bersifat mendesak mengenai perubahan kondisi operasional atau potensi bahaya penerbangan.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan bahwa sensor menunjukkan potensi tsunami imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada tingkat yang rendah. Ini didasarkan pada pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07:00 WIB yang tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut.
Kemudian, analisis teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas tsunami pada saat tersebut berada di tingkat rendah (di bawah 40 persen), dengan tinggi gelombang laut yang terjaga di kisaran satu meter. Meski begitu, gangguan geomagnetik muncul dalam 12 jam terakhir.