"Di situ ada aparat kepolisian yang punya tanggung jawab untuk melindungi mahasiswa maupun masyarakat secara keseluruhan. Dan saya kira ini adalah juga bagian dari tanggung jawab dan memang secara hukum harus dilakukan," sambungnya.

Dengan adanya kejadian ini, UGM pun berencana menempuh jalur hukum atas kekerasan yang menimpa sejumlah mahasiswanya.

"Jadi rencananya kayaknya begitu (menempuh jalur hukum), lagi nyiapin gitu ya. Tapi sekali lagi pesan terpentingnya itu. Siapapun melakukan kekerasan harus bertanggung jawab," ungkap Arie.

"Dan saya berharap kepolisian melindungi dan jangan sampai ada kekerasan berulang, itu aja. Ini teman-teman akan mempertimbangkan untuk proses supaya mengadvokasi ini dengan beberapa pihak," imbuhnya.

Arie juga mendorong kampus-kampus untuk melakukan upaya serupa sebagai upaya melindungi hak aspirasi mahasiswanya.

"Saya juga berharap pimpinan kampus itu untuk berkonsolidasi agar para mahasiswa sebagai bagian dari elemen intelektual yang menyampaikan aspirasi itu terus dilindungi," papar Arie.

"Bagaimanapun juga mahasiswa adalah kelompok intelektual, aktivis yang punya idealisme, punya kepekaan untuk merespon situasi. Karena itu saya berharap juga para pimpinan universitas untuk bersama-sama melindungi para mahasiswa ini," pungkasnya.