Kondisi tersebut kemudian diduga menyebabkan hipoksia akut, yakni kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen. Gangguan tersebut selanjutnya diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna.
"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," kata dia.
Murlan mengatakan, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelamatan satwa liar, terutama ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak karhutla.
"Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," ujarnya.
BKSDA Kalbar juga mengingatkan masyarakat tidak menangani sendiri satwa liar yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, maupun terdampak karhutla. Warga diminta segera menghubungi petugas agar satwa dapat memperoleh penanganan yang tepat.
"Untuk wilayah Kabupaten Ketapang, laporan dapat disampaikan melalui Call Center BKSDA Kalbar di 0811-576-767atau 0811-567-0041," dia menyampaikan imbauan.