Patricio Matricardi yang jadi pemimpin di lini belakang Persib, harus mewapadai Patryk Klimala. Striker asal Polandia tersebut menjadi mesin gol utama FC Seoul. Hingga pekan terakhir kompetisi, Klimala sudah mengoleksi 12 gol di K League 1.

Jumlah tersebut menempatkannya di urutan kedua pencetak gol tersubur di kompetisi kasta tertinggi Korea Selatan.

Ketajamannya kembali terlihat dalam pertandingan terakhir FC Seoul saat menghadapi Jeonbuk Hyundai Motors pada 12 September. Klimala mencetak dua gol dan membantu FC Seoul menang 2-1.

Namun Persib tidak bisa hanya fokus kepada Klimala. FC Seoul memiliki sejumlah pemain asing yang juga memberikan kontribusi penting.

Anderson Oliveira, penyerang sayap asal Brasil misalnya. Ia telah mencatat tiga gol dan lima assist di K League 1 musim ini. Kemampuannya menciptakan peluang membuat ancaman FC Seoul tidak hanya datang dari ujung tombak.