NADIKABAR.COM — Gedung tua Hogwan ambruk menimpa tiga rumah dan menewaskan 2 anak serta 1 lansia. Pihak ahli waris keluarga mengungkap sejarah dari gedung yang digunakan untuk badminton itu.
Bangunan tua itu roboh pada Minggu (30/8) kemarin. Sebelum menjadi gedung badminton, gedung tersebut merupakan pabrik tepung tapioka era kolonial Belanda.
Fuad Hasim Padholi, Pemegang Kuasa Pengurusan Aset Keluarga Hogwan, melalui sambungan telepon membeberkan sejarah bangunan hogwan. Dikatakan, bangunan tersebut adalah milik taipan bernama Tiras Hendarmo. Sebagai warga negara keturunan China, Tiras memiliki nama lain Hoogwan (Hogwan) dan Tan Hien Kiat.
Tiras alias Hogwan ini menikah dengan wanita sesama warga keturunan bernama Cornelia pada 8 Maret 1949. Keduanya kemudian memiliki anak 6 orang.
Taipan ini memiliki bermacam usaha, dan yang paling besar adalah pabrik tepung tapioka. Proses pembuatan tepung itu ada di gedung yang berlokasi di RW 03 Desa Dukuhturi Bumiayu. Gedung ini lah yang akhirnya roboh dan menewaskan 3 orang pada Minggu kemarin.
"Gedung itu awalnya pabrik tapioka. Kemudian alih fungsi jadi gedung badminton," ucap Fuad.