Tujuan peringatan Hari Pangan Sedunia

Hari Pangan Sedunia memiliki sejumlah tujuan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Salah satunya meningkatkan kesadaran bahwa setiap orang membutuhkan akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi.

Peringatan ini juga mendorong perhatian terhadap kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh makanan akibat kemiskinan, konflik, bencana, maupun gangguan ekonomi. Selain itu, Hari Pangan Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat upaya pembangunan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, dan mendorong pertanian berkelanjutan.

Pada 2026, FAO mengangkat tema β€œInnovate today. Nourish tomorrow”. Tema ini mengajak masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan cara baru dalam memproduksi, mengolah, menyimpan, mendistribusikan, dan mengakses pangan.

Inovasi yang dimaksud tidak terbatas pada teknologi modern. Pengetahuan tradisional petani, praktik pengelolaan lahan dan air, pengembangan benih, pemanfaatan data pertanian, serta penguatan kerja sama antarpelaku pangan juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

FAO menekankan bahwa masa depan pangan membutuhkan kolaborasi antara petani, nelayan, peneliti, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pendekatan tersebut diperlukan agar produksi pangan dapat memenuhi kebutuhan manusia tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Meski produksi pangan dunia telah berkembang, persoalan kelaparan dan akses terhadap makanan bergizi masih menjadi tantangan. Dalam informasi Hari Pangan Sedunia 2026, FAO menyebut sekitar 645 juta orang masih menghadapi kelaparan, sementara 2,69 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat. Angka tersebut menggambarkan besarnya tantangan dalam memastikan pangan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.