1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ketiga ikrar tersebut menegaskan identitas bersama di tengah keberagaman masyarakat Nusantara. Tanah air dan bangsa ditempatkan sebagai kesatuan, sedangkan bahasa Indonesia ditegaskan sebagai bahasa persatuan.

Dalam naskah asli tahun 1928, keputusan kongres menggunakan ejaan yang berlaku pada masa itu. Rumusan yang dikenal saat ini telah disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia modern tanpa mengubah inti ikrarnya.

Makna Sumpah Pemuda bagi bangsa Indonesia

Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Ikrar tersebut mengandung nilai yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

1. Menegaskan persatuan di tengah perbedaan

Indonesia memiliki beragam suku, bahasa daerah, adat istiadat, dan agama. Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa perbedaan tersebut tidak harus menjadi penghalang untuk membangun tujuan bersama sebagai bangsa.

Persatuan bukan berarti menghapus identitas daerah atau kebudayaan masing-masing. Sebaliknya, setiap kelompok dapat mempertahankan kekhasannya sambil menghormati identitas nasional Indonesia.

2. Menumbuhkan rasa cinta tanah air

Pengakuan terhadap satu tanah air menunjukkan bahwa Indonesia merupakan ruang bersama yang perlu dijaga. Nilai ini dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap sesama warga, serta partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Cinta tanah air juga dapat ditunjukkan dengan menjaga warisan budaya dan ikut berkontribusi dalam pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.