Sebelumnya, dipastikan bahwa DNA jasad di Pulau Enggano itu identik dengan salah satu ABK kapal pengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Sudah, informasi begitu," ujar dokter forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Adapun delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis serta tiga kru kapal hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Pada Sabtu (12/9), ada penemuan jasad di Enggano.