NADIKABAR.COM — Sejumlah pejabat senior Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengundurkan diri. Mereka yang mundur termasuk kepala bidang hak-hak sipil dan seorang jaksa yang menyelidiki dugaan konspirasi terhadap Presiden Donald Trump.

Dilansir AFP, Sabtu (7/11/2026), Jaksa Agung AS Todd Blanche, mantan pengacara pribadi Trump, pada Kamis mengumumkan bahwa dirinya telah menerima pengunduran diri Asisten Jaksa Agung Bidang Hak-Hak Sipil Harmeet Dhillon.

Dalam jabatan itu, Dhillon terlibat langsung dalam upaya gagal untuk memperoleh daftar pemilih dari sekitar 30 negara bagian menjelang pemilu paruh waktu atau pemilu sela pekan ini. Pemilu tersebut berakhir dengan kekalahan besar bagi Partai Republik pimpinan Trump.

Dalam surat pengunduran dirinya, dikutip sejumlah media AS, Dhillon mengatakan telah mengajukan pengunduran diri pada Oktober dan sepakat untuk tetap menjabat hingga pemilu berlangsung.

Blanche juga mengumumkan pada Jumat pengunduran diri Asisten Jaksa Agung Bidang Keamanan Nasional John Eisenberg dan Jason Reding Quinones, Jaksa AS untuk Distrik Selatan Florida.

Quinones memimpin penyelidikan terhadap sejumlah mantan pejabat intelijen yang dituduh Trump berupaya mencopot dirinya dari kekuasaan.

Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump sudah menangani sejumlah kasus terhadap pihak-pihak yang dinilai sebagai musuh politiknya. Beberapa jaksa kehilangan jabatan karena keengganan atau ketidakmampuan mereka untuk mengajukan tuntutan.

Dalam salah satu kasus besar yang ditangani departemen tersebut, James Comey, mantan Direktur FBI, didakwa pada April atas dugaan mengancam nyawa Trump melalui unggahan Instagram yang menampilkan foto kerang laut.