Sementara itu, sebuah perusahaan yang terkait dengan bandara di Roma menerima surel dari kelompok yang mengaku sebagai anti-feminis-dengan menamakan diri mereka "Male State"-yang mengklaim terdapat bom di dalam dua penerbangan.

Namun, belum dapat dipastikan pihak mana yang berada di balik serangkaian ancaman tersebut, dan Uni Eropa menyatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah insiden-insiden ini saling berkaitan.

Di Spanyol, pihak berwenang di Bandara Madrid-Barajas menerima "ancaman bom" yang menyasar tiga penerbangan, ungkap operator bandara AENA. Tim penegak hukum melakukan penilaian "serta pemeriksaan keamanan yang diperlukan" dan tidak menemukan apa pun di dalam pesawat, ujar seorang juru bicara AENA kepada NadiKabar.

Ancaman semacam ini bukanlah hal baru, namun serangkaian insiden terkini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan berbagai gangguan lainnya-termasuk serangan terhadap sistem pendingin di supermarket, penyusupan pesawat nirawak (drone) di Eropa, serta munculnya peringatan misterius pada aplikasi. Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa ancaman hibrida kini marak terjadi.