NADIKABAR.COM — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi mengakibatkan penurunan jarak pandang (visibility) dan berdampak pada penundaan keberangkatan serta pendaratan sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, pada Kamis.

​Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Ardon Marbun melalui keterangan di Jambi menyampaikan manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha mencatat pada pukul 06.00 WIB jarak pandang berada di kisaran 1.500 meter.

Di jam tersebut, satu penerbangan keberangkatan berhasil mengudara, yaitu Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta yang merupakan pesawat remain over night (RON) atau pesawat menginap.

​Namun, memasuki pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, jarak pandang terus berfluktuasi pada kisaran 1.200 hingga 1.500 meter, bahkan sempat menurun hingga 1.000 meter.

Kondisi itu membuat proses boarding pesawat ex-RON lainnya tertahan, meliputi pesawat Super Air Jet IU 874 tujuan Batam yang dijadwalkan mengudara pukul 10.28 WIB.

​Sementara itu, maskapai Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep (Kepulauan Riau) berhasil mendarat pada pukul 07.45 WIB dan melanjutkan penerbangan ke Kerinci (SI 7223) pada pukul 08.15 WIB.

​Hingga pukul 11.00 WIB, tercatat ada enam jadwal penerbangan komersial yang mengalami keterlambatan (delay), baik kedatangan maupun keberangkatan.

Sebanyak enam maskapai yang mengalami keterlambatan kedatangan (arrival) meliputi Batik Air ID 6804 dari Jakarta (jadwal tiba 10.15 WIB), ​Citilink QG 960 dari Jakarta (jadwal tiba 10.25 WIB), dan ​Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (jadwal tiba 10.25 WIB).

Sementara itu, untuk keberangkatan (departure) maskapai yang mengalami penundaan meliputi ​Citilink QG 961 tujuan Jakarta (jadwal berangkat 10.55 WIB), ​Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (jadwal berangkat 11.00 WIB), ​Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (jadwal berangkat 11.10 WIB).

Ardon menegaskan tim operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terbaik bagi para penumpang yang terdampak penundaan.

Termasuk memberikan pembaruan informasi mengenai jadwal penerbangan juga terus dilakukan secara berkala.

​Selain itu, manajemen mengimbau para pengguna jasa bandara untuk aktif memeriksa status serta pembaruan jadwal penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai.

Untuk informasi seputar kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di nomor 172.

​Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan pelayanan optimal.

Sekaligus berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dapat segera teratasi.