Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan di tengah gangguan cuaca yang masih berlangsung.
Selain pembatalan penerbangan Batik Air, kondisi angin kencang juga memengaruhi operasional Lion Air dengan nomor penerbangan JT 780. Pesawat tersebut sempat melakukan prosedur gagal mendarat atau go-around sebelum akhirnya kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB) di Makassar.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/10) pukul 19.01 WITA. Pesawat memutuskan kembali ke Makassar setelah menghadapi embusan angin belakang atau tailwind dengan kecepatan mencapai 20 knot.
Winariyanto menyebut terdapat dua faktor utama yang mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yakni penurunan jarak pandang akibat kabut asap serta angin belakang yang menyulitkan pesawat ketika hendak mendarat.