NADIKABAR.COM — Sekitar 256.000 orang pada Selasa (6/10) turun ke jalan di seluruh Prancis —termasuk 56.000 orang di Paris— dalam aksi protes guna menuntut peningkatan pendanaan pendidikan, menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Aksi protes itu sebagai bentuk solidaritas terhadap para siswa sekolah menengah yang telah memblokade sekolah mereka sejak pertengahan September.

Organisasi pelajar SMA dan mahasiswa memperkirakan bahwa aksi unjuk rasa di seluruh Prancis menarik 450.000 orang, termasuk 100.000 orang di ibu kota.

Secara nasional, sebanyak 488 orang ditangkap pada Selasa di tengah kekerasan yang terjadi di sejumlah lokasi di sekitar aksi unjuk rasa, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Jumlah tersebut menjadikan total penangkapan sejak dimulainya gerakan itu mencapai 6.547 orang.Sebanyak 891 SMA dari total sekitar 3.700 SMA di negara tersebut mengalami gangguan akibat aksi protes besar-besaran pada Selasa, seperti diumumkan Kementerian Pendidikan Nasional Prancis.Kegiatan belajar mengajar di SMA ditangguhkan mulai Rabu (7/10) hingga Jumat (9/10) untuk memberikan "waktu bagi demokrasi internal" bersama para siswa, kata Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu pada Selasa."Kita tidak dapat mengutuk kekerasan tanpa, pada saat yang sama, memberikan ruang penuh bagi perdebatan di lingkungan sekolah menengah atas," kata Lecornu di media sosial X.Perdana menteri, bersama dengan menteri dalam negeri dan menteri pendidikan nasional, dijadwalkan hadir di Istana Elysee pada Selasa malam untuk mengikuti pengarahan mengenai situasi tersebut, menurut media Prancis mengutip sejumlah sumber pemerintah.