NADIKABAR.COM — Hingga 500.000 orang diperkirakan ikut serta dalam demonstrasi nasional besar-besaran di seluruh Prancis, Sabtu, untuk menentang kenaikan biaya hidup.

Aksi tersebut menjadi unjuk rasa Sabtu ketiga yang terjadi di Prancis sejak 17 Oktober lalu.

Baik kelompok serikat pekerja maupun perwakilan "Gerakan Rompi Kuning" telah menyerukan masyarakat untuk ikut serta dalam aksi penyampaian pendapat tersebut.

Sementara itu, stasiun radio RMC melaporkan aksi unjuk rasa di luar wilayah Paris, Sabtu, diperkirakan akan diikuti hingga 350.000 peserta.

Aksi di Paris sendiri, menurut radio Europe 1 yang mengutip data intelijen, akan diikuti sekitar 100.000-150.000 orang dalam demonstrasi tersebut.

Dengan demikian, menurut data laporan tersebut, sebanyak 500.000 orang diperkirakan akan turun ke jalan di seluruh Prancis pada aksi demonstrasi lanjutan, Sabtu.

Sebelumnya, Kamis (29/10), Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang akan mengerahkan 70.000 petugas kepolisian untuk menjaga ketertiban dalam demonstrasi berskala besar pada 31 Oktober.

Gelombang protes di Prancis bermula pada pertengahan September lalu, yang diawali oleh aksi para siswa sekolah menengah atas di pinggiran kota Paris yang menuntut perbaikan terhadap sekolah mereka.

Aksi itu meluas setelah berbagai kelompok masyarakat ikut turun ke jalan untuk memprotes harga-harga barang yang terus meningkat. Gelombang demonstrasi pun menyebar ke berbagai wilayah di Prancis.

Aksi terbesar sejauh ini berlangsung pada 17 Oktober lalu, yang menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis dihadiri oleh sekitar 550.000 demonstran.

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman