Kao mengatakan ASEAN dan China masih memiliki ruang untuk memperluas kerja sama melalui Rencana Aksi ASEAN-China 2026-2030, yang mencakup berbagai bidang untuk kepentingan bersama.

Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan momentum hubungan sekaligus menghadirkan dinamika baru, termasuk melalui peningkatan interaksi generasi muda. Sekitar 100.000 pelajar dari negara-negara ASEAN saat ini menempuh pendidikan di China, yang disebut sebagai investasi bagi masa depan hubungan kedua pihak.

Terkait Kemitraan Komprehensif Strategis China-ASEAN yang telah dimulai sejak 2021, Kao menegaskan bahwa penting untuk memastikan bahwa kemitraan tersebut dapat terus berjalan dan dilaksanakan secara konstruktif.

β€œKita memiliki banyak perkembangan positif dan saya kira kita tidak boleh menganggap semua ini sebagai sesuatu yang sudah pasti. Artinya, di satu sisi kita perlu terus mempertahankan momentum hubungan ini, tetapi pada saat yang sama juga memberikan dinamika baru,” kata Kao.