"Terdapat juga kebijakan industri yang kuat dan strategi nasional untuk robotika, yang membawa robotika ke pasar di Tiongkok. Hal itu mendorong permintaan, karena kebijakan tersebut benar-benar melihat area aplikasi dan industri mana yang membutuhkan robot serta bagaimana cara terbaik mendorong industri-industri tersebut untuk mengadopsi teknologi ini."
Bieller menyampaikan bahwa pengembangan robotika Tiongkok juga berkaitan erat dengan upayanya yang lebih luas dalam memodernisasi sistem industrinya.
"Terdapat strategi yang dirancang dengan matang di balik hal itu, dan perusahaan-perusahaan juga mengadopsi teknologi ini serta menjajaki cara-cara baru untuk memanfaatkan teknologi baru, seperti yang kita lihat pada humanoid saat ini," paparnya.
Menurut Bieller, IFR menilai Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026-2030) lebih menekankan pada kemandirian teknologi, modernisasi industri tradisional, serta aplikasi AI di dunia fisik.
Pasar robot industri Tiongkok juga memiliki ruang yang cukup luas untuk pertumbuhan lebih lanjut. Proyeksi IFR menunjukkan bahwa pasar tersebut berpotensi mempertahankan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 5 sampai 10 persen hingga 2029.