NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Selasa (22/9), mendesak agar permusuhan di Timur Tengah segera dihentikan dan meminta para pemimpin dunia yang hadir di Sidang Majelis Umum PBB agar memanfaatkan platform PBB sebagai sarana dialog.

"Di seluruh Timur Tengah, konflik terus mendera. Apa yang disebut gencatan senjata pada kenyataannya hanyalah 'kebakaran lebih kecil'. Sementara warga sipil terus menanggung akibatnya. Sudah cukup. Saya mengimbau para pemimpin di ruangan ini untuk memanfaatkan semaksimal mungkin pekan tingkat tinggi ini demi deeskalasi dan dialog. Bersama-sama, mari kita sampaikan pesan tegas dari ruangan ini: Pertikaian harus dihentikan," kata Sekjen dari podium Majelis Umum PBB.

Pada kesempatan itu, Guterres juga menyerukan pemberian akses bagi bantuan kemanusiaan dan pengembalian hak-hak dan kebebasan navigasi.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teheran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan serupa.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, namun tak lama kemudian kedua pihak kembali saling melancarkan serangan. Saat ini, konflik AS-Iran masih belum terselesaikan.

Penerjemah: Asri Mayang Sari