NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sangat prihatin atas penutupan besar-besaran yang diberlakukan Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat, kata Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) sekjen PBB, pada Jumat (23/10).

Menyusul serangan yang menewaskan dua tentara Israel di dekat Kota Hebron, penutupan tersebut sangat membatasi kebebasan bergerak, akses terhadap layanan dasar, dan mata pencaharian warga Palestina, kata sang jubir. Guterres juga prihatin dengan laporan-laporan mengenai pembongkaran rumah dan kemungkinan pengungsian warga Palestina di Hebron, lanjut Dujarric. "Sekjen mengutuk kekerasan yang dipicu oleh serangan oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina, yang mencapai jumlah rekor tertinggi pada 2026. Dia mengingatkan kembali kewajiban Israel menurut hukum internasional sebagai pihak yang melakukan pendudukan untuk melindungi warga Palestina dari serangan semacam itu dan untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku," ujar sang jubir. Guterres juga masih sangat prihatin dengan hilangnya nyawa warga sipil di Gaza, termasuk anak-anak, serta pembatasan ketat terhadap bantuan kemanusiaan menjelang musim dingin.

Guterres menegaskan kembali seruannya tentang perlindungan warga sipil. Dia juga meminta semua pihak untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan, menahan diri, dan menghindari tindakan yang dapat semakin memicu ketegangan, ujar sang jubir.