NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyerukan segenap pemangku kepentingan untuk mengelola risiko yang mungkin ditimbulkan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), salah satunya dengan merumuskan Kerangka Kerja Pengelolaan Risiko AI.
"Selama berabad-abad, kekuatan berasal dari wilayah. Kemudian industri. Lalu keuangan. Kini, kekuatan semakin bersumber dari data, kapasitas komputasi, dan algoritma. Kekuatan baru ini sangat terkonsentrasi. Perkembangannya sangat cepat, serta melaju mendahului kemampuan kita untuk memahami seluruh dampaknya," kata Guterres dalam pidato pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9).
Menurut Guterres bahaya yang datang bukan dari teknologi itu sendiri, melainkan teknologi tanpa akuntabilitas, kemampuan tanpa pengawasan, serta pengambilan keputusan tanpa transparansi.
Ia menekankan bahaya tersebut tidak boleh diremehkan dan bahkan saat ini justru para pengembang yang turut membangun sistem-sistem tersebut yang ikut membunyikan alarm.