"Sekretaris jenderal sangat menyesalkan pengumuman AS yang memperluas sanksi yang akan menolak pemberian visa kepada anggota Organisasi Pembebasan Palestina dan pejabat Otoritas Palestina untuk menghadiri pertemuan-pertemuan PBB," kata Stephane Dujarric, juru bicara utama Guterres. Guterres mendesak negara tuan rumah, yakni AS, untuk memastikan visa diberikan kepada semua delegasi sesuai dengan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB-AS 1947. Guterres akan terus berkomunikasi dengan otoritas AS untuk tujuan tersebut, kata juru bicara itu. Pada Kamis (17/9), Majelis Umum PBB mengadopsi sebuah resolusi yang memungkinkan Abbas berpartisipasi secara virtual dalam Debat Umum tahun ini, sehari setelah Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan terus menolak visa bagi pejabat Palestina, termasuk Abbas, sehingga menghalangi presiden Palestina itu menghadiri pekan tingkat tinggi Majelis Umum secara langsung dua tahun berturut-turut.
Nasional
HALAMAN 2 DARI 2
Sekjen PBB sesalkan penolakan visa pejabat Palestina oleh AS
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menolak visa bagi pejabat Palestina.
NASIONAL
📖 Baca Juga
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.