NADIKABAR.COM β Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres secara tegas menolak hukuman mati, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Jumat (2/10) menyusul gagalnya eksekusi Christa Gail Pike di negara bagian Tennessee, Amerika Serikat.
βHukuman mati seharusnya tidak ada, negara-negara seharusnya tidak menggunakan hukuman mati,β kata Dujarric kepada wartawan ketika ditanya mengenai gagalnya eksekusi tersebut serta seruan pengampunan dari tujuh uskup di Tennessee yang berasal dari Gereja Katolik, Gereja Episkopal, dan Gereja Evangelis Lutheran.
βSekretaris Jenderal secara tegas menolaknya.β
Pada Kamis, Fox News melaporkan bahwa Pike selamat setelah dua kali penyuntikan obat mematikan dalam proses eksekusinya. Insiden tersebut menyebabkan proses eksekusi dibatalkan dan kemudian otoritas Tennessee memerintahkan penghentian sementara seluruh eksekusi di tingkat negara bagian hingga akhir tahun.
Pada hari yang sama, para uskup meminta Gubernur Tennessee Bill Lee memberikan pengampunan kepada Pike. Mereka berpendapat bahwa meskipun kejahatan yang dilakukannya sangat mengerikan dan telah menyebabkan kesedihan mendalam, pertanggungjawaban tidak seharusnya menuntut kematian lagi.
Posisi tersebut sejalan dengan penolakan lama gereja-gereja tersebut terhadap hukuman mati.
Pike divonis atas pembunuhan Colleen Slemmer, 19 tahun, pada 1995. Ia dijadwalkan menjadi perempuan pertama yang dieksekusi di Tennessee dalam lebih dari dua abad.
Penerjemah: Asri Mayang Sari