NADIKABAR.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sedang menjajaki peluang penerimaan siswa warga negara asing untuk bisa menempuh pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB).
Kepala Biro Watpres SDM Polri Inspektur Jenderal Polisi Budhi Herdi Susianto di Mabes Polri, Jakarta, Senin, mengatakan penerimaan siswa asing ini dalam rangka mewujudkan status SMA KTB sebagai sekolah bertaraf global atau world school.
"Atas petunjuk dan perintah pimpinan, kami juga akan menjajaki SMA Kelama Taruna Bhayangkara ini untuk bisa bekerja sama dan juga bisa menerima siswa-siswa dari warga negara asing," katanya.
Budhi menjelaskan wacana ini dibahas dalam peluncuran sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA KTB yang dipimpin Wakil Kepala Polri Komisaris jenderal Polisi Deddy Prasetyo pada Senin pagi.
Menurut ia, penerimaan siswa asing SMA KTB ini diprioritaskan untuk mitra Polri, Atase Kepolisian maupun diplomat yang berada di Indonesia.
"Dengan demikian, status world school yang melekat di SMA KTB ini memang benar-benar terbuka untuk umum," ujarnya.
Budhi mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan coffee morning dengan beberapa Atase kepolisian untuk membahas wacana penerimaan siswa asing di tahun ajaran 2027–2028.
"Ini kami jajaki dulu, dalam waktu dekat kami akan coba melaksanakan coffee morning dengan berapa Atase-Atase Kepolisian dan kami akan menjajaki apakah memungkinkan tahun ini para siswa dari warga negara asing, khususnya dari Atase Kepolisian maupun diplomat negara sahabat bisa masuk dan bersekolah di SMA KTB," terangnya.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu menekankan bahwa untuk siswa asing yang diterima bersekolah di SMA KTB tidak menerima beasiswa seperti siswa Indonesia yang mendapat pembiayaan penuh sampai lulus sekolah.
"Disampaikan saat launching tadi, kalau nanti kami jadi menerima SMA warga negara asing tentunya mereka tidak beasiswa. Beasiswa hanya diberikan kepada warga negara Indonesia yang akan kami didik di SMA Kelama Taruna Bhayangkara," kata Budhi.
SMA KTB yang berada di kawasan Gunung Sindur, Jawa Barat, merupakan sekolah berasrama dengan kurikulum Internasional Baccalaureate (IB).
Konsep pendidikan yang digunakan tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga mengembangkan potensi siswa secara holistik, baik intelektual, sosial maupun emosional dengan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan.
SMA KTB merupakan bagian dari program sekolah unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dengan misi mencetak generasi unggul dari Sabang sampai Merauke.