NADIKABAR.COM — Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Irsyad Zamjani, PhD PhD menilai isu sekolah negeri kekurangan siswa pada peneriman 2026/2027 lalu bukan sekadar soal demografi wilayah dekat sekolah semata.
Menurut Irsyad, terdapat faktor lain yang turut memengaruhi, salah satunya adalah perubahan pertimbangan orang tua dalam memilih pendidikan untuk anak. Ia melihat semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan holistik, yakni pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter anak.
"Seperti yang diketahui, sekolah negeri di beberapa daerah kekurangan murid, ini tren yang sering dijelaskan murni akibat penurunan demografi. Saya hendak mengajukan penjelasan yang lebih penuh, yang memasukkan aspek lain. Orang tua makin menyadari bahwa fondasi karakter sama pentingnya, atau lebih penting, daripada konten akademik," tuturnya.
Menurutnya, perkembangan sekolah swasta berbasis keagamaan juga menjadi bagian dari dinamika tersebut. Sekolah-sekolah tersebut dinilai telah lebih dahulu dan lebih serius mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pembentukan karakter dengan pendidikan akademik.
"Kemudian, bertambah banyak sekolah swasta berbasis keagamaan yang memahami ini lebih dulu dan dengan lebih serius daripada sekolah negeri," sambung Irsyad.