NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi kehadiran program Sekolah Rakyat karena memberikan dampak signifikan menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut melalui penyediaan fasilitas pendidikan dan asrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Rabu, mengungkapkan sekitar 15.000 keluarga miskin di provinsi itu dengan kondisi sosial ekonomi sudah atau menuju naik kelas karena intervensi pemerintah, salah salah satunya terlepas dari beban biaya pendidikan setelah anak mereka disekolahkan ke Sekolah Rakyat.

"Sekarang sudah turun kemiskinan kita sekitar 15.000-an lebih yang turun, dan ini luar biasa sebenarnya karena penurunan-penurunan seperti itu, itu tidak mudah karena kita tahu kondisi global, ekonomi, dan sebagainya," kata dia selepas acara perayaan satu tahun Sekolah Rakyat yang digelar terpusat di GOR Sudiang Makassar.

Dia menambahkan program Sekolah Rakyat yang disinergikan dengan berbagai kebijakan strategis pemerintah membantu meringankan beban masyarakat miskin-miskin ekstrem hingga kelas menengah atau kelompok desil 1-5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Tidak hanya memberikan pendidikan berbasis asrama gratis, Sekolah Rakyat juga diintegrasikan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG) jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Menteri Sosial, tentu kepada Bapak Presiden Prabowo dengan meluncurkan program Sekolah Rakyat. Jadi ini sangat membantu sekali karena mereka adalah anak-anak yang tidak mampu, mereka adalah anak-anak di bawah standar rata-rata, dan sekarang sudah bisa sekolah-keluarganya juga diperhatikan," kata dia,

Sulawesi Selatan daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki Sekolah Rakyat terbanyak nasional. Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan saat ini tersebar di sembilan lokasi dan diproyeksikan bertambah hingga mencapai sekitar 15 tempat dalam beberapa tahun ke depan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan menjadi salah satu di antaranya. Dibangun pemerintah dengan berfasilitas terbaik lengkap dengan sistem asrama dan bisa menampung hingga 2.000 orang siswa anak dari keluarga dengan penghasilan rendah dan kondisi tempat tinggal di bawah standar.

Andi mengaku optimistis program tersebut menjadi instrumen penting memutus rantai kemiskinan di wilayah itu.

"Melalui pendekatan pendidikan terpadu anak-anak yang sebelumnya mengalami putus sekolah kini dididik secara optimal oleh tenaga pengajar yang berkualitas," katanya.