"Saya berterima kasih sama Pak Bupati, Kabupaten Ngawi ini tidak ada sekolah rintisan. Biasanya di tempat lain itu ada sekolah rintisan, Sekolah rakyat dibuka menggunakan gedung-gedung sementara milik pemerintah. Tapi Kabupaten Ngawi, langsung mengusulkan tanah untuk dibangun gedung permanen sekolah," kata Gus Ipul.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi menampung 220 siswa yang terdiri atas 18 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 112 siswa jenjang SMA. Pemerintah juga masih melakukan penjangkauan untuk calon siswa, khususnya pada jenjang SD.

"Memang masih ada beberapa yang nanti akan dilakukan penjangkauan kembali, khususnya yang di tingkat sekolah dasar," ujarnya.

Gus Ipul menyebut gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi diharapkan nantinya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Para siswa Sekolah Rakyat dijaring melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya Desil 1 dan 2.

"Di situ (penjangkauan) dilakukan asesmen, setelah itu dilakukan juga koordinasi dengan Kemendikdasmen, dengan BPS, pemerintah daerah, lalu nanti diplenokan, setelah itu ditandatangani oleh Pak Bupati, baru kita tetapkan sebagai siswa sekolah rakyat," jelasnya.