NADIKABAR.COM β€” Hasil survei dari Kadin Indonesia Institute menunjukkan perjanjian Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA) membuka peluang besar bagi diversifikasi pasar ekspor nasional di sektor pertanian dan makanan olahan (agrifood).

Direktur Insight di Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian memaparkan dari hasil survei sebanyak 27 persen responden menyatakan minat dan rencananya untuk menjalin perdagangan dengan Kanada di sektor agri-food sebagai komoditas primadona, jauh melampaui sektor barang konsumsi dan ritel di angka 9,4 persen hingga sektor pendidikan.

β€œKetika ditanya sektor mana yang dibidik untuk berdagang dengan Kanada, sebanyak 27 persen responden menyatakan ingin berbisnis di sektor agrifood. Sektor berbasis pertanian ini akan menjadi dinamika yang sangat menarik untuk dicermati ke depan," ujar Fakhrul dalam webinar Institut Kadin Indonesia bersama APF Kanada yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Fakhrul mengatakan meskipun potensi sektor pangan cukup menjanjikan, survei tersebut juga merekam pekerjaan rumah yang cukup mendasar yakni minimnya tingkat pemahaman (awareness) pelaku usaha terhadap isi dan manfaat ICA-CEPA.

Tingkat pemahaman pelaku usaha mengenai perjanjian ini terpantau masih tersentralisasi di Pulau Jawa, yakni Jakarta sebanyak 25 persen dan Jawa Barat 14 persen.