NADIKABAR.COM — Pasar konsumen China menemukan sumber pertumbuhan baru dari sektor jasa dan produk pintar, yang mencerminkan perubahan pola belanja seiring upaya negara itu untuk memperkuat permintaan domestik.
Konsumsi tetap menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi China dalam tiga kuartal pertama 2026, dengan kontribusi sebesar 46,7 persen terhadap pertumbuhan tersebut, naik 0,7 poin persentase dibandingkan paruh pertama tahun ini, menurut Kementerian Perdagangan China pada Jumat (23/10) dilansir Xinhua. Konsumsi jasa muncul sebagai salah satu sektor menonjol. Penjualan ritel jasa naik 5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam periode tersebut, melampaui pertumbuhan penjualan ritel barang sebesar 4 poin persentase, seiring terus berkembangnya struktur konsumsi China . Produk berbasis teknologi menjadi sumber permintaan baru lainnya. Nilai penjualan kacamata pintar di sejumlah platform besar yang dipantau oleh kementerian tersebut melonjak 110 persen (yoy) selama sembilan bulan pertama. Sementara itu, penjualan perangkat bantu eksoskeleton dan robot cerdas berwujud masing-masing meningkat 46,4 persen dan 22,6 persen. Guotai Haitong Securities menyatakan dalam sebuah laporan riset bahwa kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai beralih dari tahap uji coba awal menuju adopsi di pasar massal seiring masuknya industri ini ke fase pertumbuhan. Permintaan akan produk ramah lingkungan dan produk terkait kesehatan juga terus meningkat. Penjualan pangan organik di sejumlah platform besar yang dipantau kementerian tersebut naik 6,4 persen (yoy) dalam periode tersebut. Sementara itu, tingkat penetrasi ritel kendaraan penumpang energi baru mencapai 67 persen pada September. Tren-tren baru tersebut mulai terbentuk seiring China meningkatkan upaya untuk mendorong konsumsi dan mempererat integrasi antara inovasi teknologi dan permintaan konsumen.