NADIKABAR.COM — Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong pada Kamis (24/9) menyebutkan bahwa industri keuangan negaranya akan melatih lebih dari 80.000 karyawan perihal keterampilan krusial di bidang kecerdasan buatan (AI) per-2028.
"Komitmen itu melibatkan 23 institusi keuangan dari sektor perbankan, asuransi, dan manajemen aset yang berpartisipasi dalam Institute of Banking and Finance (IBF) AI Workforce Co-Lab yang baru diluncurkan," kata Gan dalam acara IBF Distinction Evening.
Menurut dia, institusi-institusi tersebut berkomitmen untuk melatih seluruh tenaga kerjanya di Singapura melalui program-program yang diakui IBF, dengan lebih dari setengah karyawannya telah dilatih.
IBF AI Workforce Co-Lab akan mempertemukan para pemberi kerja dan mitra untuk mengevaluasi bagaimana pekerjaan-pekerjaan berubah serta menguji pendekatan praktis dalam pelatihan dan perancangan ulang pekerjaan. Temuan-temuan juga akan dibagikan kepada sektor keuangan yang lebih luas.
Gan menyampaikan bahwa AI telah mengubah cara institusi keuangan beroperasi, termasuk dalam layanan pelanggan, konsultasi keuangan, penjaminan kredit, pendeteksian penipuan, analisis pasar, dan pengembangan perangkat lunak.
"Kami ingin AI dapat menghasilkan karier yang lebih baik bagi warga Singapura dan tenaga kerja yang lebih produktif. Hal ini membutuhkan komitmen dan tindakan dari institusi-institusi keuangan, serta kemitraan dan dukungan dari pemerintah dan serikat pekerja," ujarnya.