Kepala eksekutif Cold Chain Federation, organisasi yang mewakili perusahaan pengangkut bahan pangan dengan suhu terkendali, mengungkapkan Inggris kini menjadi sasaran peretas siber asal Rusia. Para peretas tersebut, menurutnya, mengetahui titik-titik kerentanan dalam sistem pasokan pangan Inggris.
Namun, Burnham menepis anggapan pemerintahnya gagal melakukan persiapan yang memadai. Dia menyatakan imbauan ini muncul karena situasi tak terduga semakin sering terjadi di dunia.
"Tidak demikian. Kami justru sedang berdiskusi dengan masyarakat tentang pentingnya persiapan yang lebih baik, mengingat kita hidup di dunia di mana peristiwa tak terduga kini semakin sering terjadi," ujarnya.
"Sebagai contoh, peristiwa cuaca ekstrem. Saat ini, Inggris tengah dilanda badai, dan kami turut prihatin terhadap warga di Cornwall yang sedang mengalami pemadaman listrik. Intinya adalah memastikan ketersediaan pasokan di rumah agar kita mampu melewati situasi sulit seperti itu. Jadi, inilah yang kami maksud dengan membangun ketahanan," sambungnya.
Pemerintah telah menyusun daftar periksa yang menyarankan setiap orang untuk menyiapkan sembilan liter air, jumlah yang cukup untuk kebutuhan selama tiga hari, serta bahan pangan yang tahan lama, seperti daging dan sayuran dalam kaleng atau buah-buahan kering. Pemerintah juga menyarankan untuk memiliki radio FM, baik yang menggunakan baterai maupun yang dapat dioperasikan dengan cara diputar (engkol).