NADIKABAR.COM — Samsat Ciledug menemukan data puluhan mobil mewah diduga memanipulasi data dan menunggak pajak seperti kasus mobil McLaren 570S.

Plt Kepala Samsat Ciledug, Idham Kholid mengungkap data dari Bapenda Provisi Banten terdapat 39 mobil mewah yang menunggak pajak di wilayahnya.

"Ada 39 unit, baik atas nama perusahaan maupun atas nama pribadi. Dari 39 ini sudah kita sisir, 7 unit sudah bayar, 8 unit sudah diblokir, 1 unit sudah mutasi keluar, dan 23 belum bayar," ujar Idham kepada awak media di Kantor Samsat Ciledug, Senin (23/10) siang.

Berdasarkan data, 39 unit tersebut merupakan jenis mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, Lexus, dan McLaren.

Samsat Ciledug masih memastikan apakah berpotensi terjadi kasus serupa yang dialami Yudariansyah.

"Sementara ini belum ada kasus yang sama, baru Yuda saja," katanya.

"Karena yang kita datangi beberapa, ternyata pemiliknya tidak ada, tetapi tanah dan bangunan rumahnya ada," sambungnya.

Yudariansyah, mekanik bengkel di Kota Tangerang, Banten, tiba-tiba ditagih pajak mobil McLaren 570S yang tak pernah ia miliki. Kasus ini kemudian viral di media sosial.

Setelah diselidiki, Samsat Ciledug menemukan dugaan manipulasi data pemilik McLaren tersebut. Samsat Ciledug kemudian memblokir surat-surat McLaren yang diduga menunggak pajak tersebut.

Selanjutnya, masyarakat dihimbau agar segera melapor ke Samsat Ciledug apabila identitasnya dipakai untuk kendaraan yang tanpa sepengetahuannya.