"Kalau yang pertama terus-menerus dia mengeluarkan larva yang disebut larva fountain. Nah kalau sekarang itu erupsi menerus, tetapi dalam skala yang jauh lebih kecil," katanya.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui situs resmi. Dia juga meminta masyarakat tak mendekati area Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

"Harap memakai masker karena abu vulkanik halus sekali kadang-kadang terlihat seperti pecahan kaca itu sangat tajam. Terakhir tidak boleh melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari area Gunung Anak Krakatau," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Penjelasan BMKG soal Viral Air Laut Surut Dekat Anak Krakatau':