NADIKABAR.COM — Seluruh 69 korban tabrakan kereta cepat mematikan yang terjadi pekan lalu di Urda, Spanyol bagian tengah, telah teridentifikasi, sementara 29 orang yang terluka masih dirawat di rumah sakit, demikian disampaikan otoritas Spanyol pada Senin (2/11) waktu setempat.

Pusat Data Terpadu (CID) Spanyol mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas sementara tetap 69 orang, yang mencakup 54 warga negara Spanyol dan 15 warga negara asing. Para korban, yang semuanya merupakan orang dewasa, terdiri dari 40 laki-laki dan 29 perempuan, dilansir Xinhua.Di antara para korban asing itu terdapat empat warga Amerika, dua warga Australia, dua warga Jepang, serta masing-masing satu warga dari Argentina, Kanada, Republik Ceko, Prancis, Meksiko, Portugal, dan Tunisia.Institut Kedokteran Legal dan Ilmu Forensik Toledo beserta Ciudad Real telah merampungkan proses identifikasi. Dari 69 korban, 56 di antaranya teridentifikasi melalui analisis sidik jari yang dilakukan oleh Dinas Kriminalistik Garda Sipil Spanyol, sementara 13 korban lainnya diidentifikasi melalui pengujian DNA oleh Institut Toksikologi Nasional Spanyol.Keluarga dari seluruh 69 korban telah mendapat pemberitahuan mengenai hasil identifikasi. Sementara untuk kasus-kasus yang melibatkan warga negara asing, kantor-kantor konsuler terkait juga telah diberi pemberitahuan.