NADIKABAR.COM — Ketua Umum Dekranas sekaligus Pelindung TP PKK/Posyandu Pusat Selvi Ananda meminta forum Rapat Penguatan Lembaga Dekranas, PKK, dan Posyandu dijadikan momentum evaluasi capaian program agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Saya berharap forum ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi saja, tapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaiannya, bagaimana program-program yang sudah dilakukan selama ini apakah itu berjalan atau tidak, apakah tepat sasaran atau tidak, apakah manfaatnya dirasakan atau tidak oleh masyarakat," kata Selvi Ananda di Denpasar, Bali, Kamis.

Istri Wapres Gibran Rakabuming itu menyampaikan forum rapat gabungan tiga lembaga yang digelar di Bali ini merupakan rangkaian penutup setelah sebelumnya dilaksanakan untuk wilayah Indonesia Barat di Jakarta pada 21 September dan wilayah Indonesia Timur di Sorong pada 13 Oktober.

Ia menilai penyatuan rapat kerja tiga lembaga ini merupakan sebuah inovasi dan terobosan unik yang solutif dalam menjawab tantangan efisiensi anggaran pemerintah saat ini.

Selvi berharap penggabungan rapat kerja tersebut dapat meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi makna serta keberlanjutan program kerja yang dihasilkan.

Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu di daerah sendiri menurutnya memiliki peran yang sangat strategis dan saling melengkapi dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Untuk Dekranas berperan penting sebagai rumah bagi perajin Indonesia yang bertugas memicu pengembangan, pemberdayaan, serta menjaga kelestarian warisan budaya.

Pada lembaga ini, Selvi menyoroti pentingnya pembinaan dan regenerasi perajin muda di berbagai daerah agar karya tradisi seperti kain tenun dan batik tidak punah dimakan zaman.

Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan budaya, bahan baku, keterampilan, dan tradisi lokal beragam untuk dikembangkan menjadi produk berkualitas bernilai tambah.

Untuk TP PKK melalui 10 Program Pokok PKK dinilainya sangat komplit dalam memperkuat pemberdayaan keluarga di seluruh daerah.

Ia memberikan pujian kepada para kader PKK yang dinilai pantas dan teruji berjuang tanpa lelah di lapangan demi kesejahteraan keluarga Indonesia.

Kemudian TP Posyandu dinilai memegang peranan krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat melalui pencapaian enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia menyampaikan peran posyandu saat ini telah berkembang luas tidak hanya sebatas menimbang berat dan mengukur tinggi badan balita setiap bulan, tetapi juga merambah ke sektor lain seperti pendidikan.

Untuk memaksimalkan peran para kader tersebut, Selvi menekankan empat hal utama yang wajib menjadi perhatian bersama seluruh jajaran pengurus di pusat maupun daerah.

Poin yang ditekankan adalah memperkuat tata kelola dan profesionalisme organisasi melalui pembagian tugas, koordinasi, perencanaan, pendataan, dan evaluasi berkala yang jelas.

Poin kedua meningkatkan kualitas pembinaan melalui inovasi produk, regenerasi perajin, digitalisasi, perluasan akses pasar, serta peningkatan kapasitas kader.

Poin ketiga adalah pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga generasi muda secara berkelanjutan.

Dan keempat yaitu mengutamakan hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat seperti peningkatan pendapatan perajin, pemberdayaan keluarga, penurunan angka stunting, dan perbaikan kualitas layanan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tiga lembaga tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.