β€œAda yang bocor kalau hujan. Tak hanya atap yang kerap bocor hingga membasahi ruangan saat hujan deras, kondisi dinding kelas pun sudah banyak yang berlubang," kenang Debi mengenai kondisi kelasnya dulu.

Debi bersama puluhan siswa lainnya berharap perbaikan ruang kelas dan sarana penunjang pendidikan bisa rampung secepatnya, sehingga anak-anak SDN Sumberanget 1 bisa belajar dengan tenang dan nyaman.

Pendidikan adalah tentang proses. Meski ada keterbatasan, proses belajar tidak boleh berhenti karena siswa harus terus mendapatkan ilmu dan guru harus terus mengajarkan pengetahuan. Semangat yang ditunjukkan oleh para guru dan siswa di SDN Sumberanget 1 patut diapresiasi dan didukung oleh semua pihak. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan belajar.

Gedung SDN Sumberanget 1 kini tengah menjalani program perbaikan fisik secara menyeluruh setelah sekian lama berada dalam kondisi memprihatinkan. Pengerjaan proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar itu mencakup perbaikan ruang kelas, perpustakaan, fasilitas sanitasi, penataan lingkungan, hingga penyediaan mebeler sekolah.

​Plt Kepala SDN 1 Sumberanget Desi Ratna Sulistyowati menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan renovasi tersebut karena sebelum ada perbaikan, kondisi fisik bangunan sekolah sangat mengkhawatirkan, terutama pada bagian atap yang telah lapuk dan mengalami kerusakan parah.

Pihak sekolah sempat berinisiatif melakukan perbaikan secara swakelola bersama paguyuban wali murid. Para orang tua siswa bergotong royong secara sukarela untuk membenahi atap agar tidak membahayakan, namun karena keterbatasan dana swadaya, hasilnya seadanya dan plafon atau eternit terpaksa dibongkar habis.

​Selain ruang kelas, perbaikan juga menyasar sarana sanitasi sekolah. Sebelumnya, SDN 1 Sumberanget hanya memiliki satu fasilitas toilet terbatas, satu bilik putra dan satu bilik putri, yang juga didirikan dari hasil swadaya. Melalui proyek perbaikan itu, sekolah mendapatkan pembangunan unit toilet baru sebanyak tiga bilik yang diperuntukkan bagi siswa putra, siswa putri, serta tenaga pengajar.

Proyek revitalisasi sekolah itu mencakup beberapa fasilitas penting, di antaranya renovasi ruang kelas (baik secara menyeluruh maupun perbaikan bagian atap), perbaikan gedung perpustakaan, pembangunan ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), serta fasilitas MCK di tiga titik lokasi.

​Selama masa pengerjaan proyek yang ditargetkan berlangsung selama 100 hari (sekitar tiga bulan) yang dimulai sejak akhir Agustus 2026, aktivitas kegiatan belajar mengajar tidak diliburkan. Pihak sekolah berkoordinasi dengan komite serta tokoh masyarakat setempat untuk meminjam tiga musala terdekat sebagai tempat pembelajaran sementara.

​​Saat ini, SDN Sumberanget 1 memiliki 84 murid dengan 10 tenaga pengajar, sehingga harapannya rampungnya pembenahan sarana dan prasarana kelak dapat memicu peningkatan kualitas belajar, sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang sudah layak dan bagus tersebut.