"Kalau tempatnya terawat dan fasilitasnya terus diperbaiki, saya yakin akan semakin banyak warga yang datang. Bisa olahraga, ketemu teman, atau mengajak keluarga. Jadi stadion ini benar-benar menjadi milik masyarakat," ujarnya.
Kembalinya aktivitas warga di Stadion Watubelah seolah menghidupkan kembali fungsi stadion sebagai ruang publik. Suara langkah kaki warga yang jogging, obrolan kelompok masyarakat, hingga aktivitas olahraga lainnya menjadi pemandangan yang sebelumnya sulit ditemukan ketika stadion tersebut masih sepi.
Bagi warga, momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali memiliki ruang olahraga yang representatif di wilayah Kabupaten Cirebon.
Terlebih, aktivitas olahraga masyarakat kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup. Karena itu, keberadaan ruang publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses menjadi kebutuhan penting.
Harapan warga pun sederhana yakni Stadion Watubelah jangan kembali tidur. Setelah belasan tahun menanti untuk kembali ramai, masyarakat berharap stadion tersebut dapat terus dibuka, dirawat, dan dikembangkan. Dengan begitu, Stadion Watubelah bukan hanya menjadi bangunan olahraga, tetapi benar-benar hadir sebagai ruang publik yang hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
Kini, ketika sore mulai turun dan ratusan warga memenuhi kawasan stadion, Watubelah seperti menemukan kembali denyut kehidupannya. Sebuah stadion yang pernah lama terdiam, perlahan kembali menjadi tempat warga berlari mengejar kebugaran, berkumpul, dan menikmati ruang bersama.