NADIKABAR.COM — Sebanyak sembilan cabang olahraga kontingen Indonesia menjalani rangkaian agenda prapertandingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu, sehari menjelang upacara pembukaan.
Berdasarkan jadwal agenda NPC Indonesia, para panahan menjadi cabang yang memulai aktivitas paling awal dengan latihan resmi di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, mulai pukul 08.00 waktu setempat.
Sesi pertama berlangsung hingga pukul 11.00 untuk nomor recurve putra dan compound putri. Setelah itu, tim mengikuti pertemuan manajer pada pukul 11.30-12.30 sebelum kembali berlatih untuk recurve putri dan compound putra pada pukul 13.00-16.00.
Para atletik tidak memiliki agenda latihan di arena pada Sabtu. Tim hanya dijadwalkan mengikuti pertemuan manajer secara daring pada pukul 09.00-11.00.
Sementara itu, para balap sepeda menjalani latihan nomor road di Obata Ryokuchi Park, Nagoya, pukul 09.00-13.00. Tim nomor track kemudian berlatih di Izu Velodrome, Shizuoka, pukul 16.40-18.00.
Para taekwondo mendapat kesempatan melakukan pengenalan arena pada pukul 09.00-11.00 di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium. Setelah itu terdapat pertemuan manajer tim pukul 14.00-16.00 dan pertemuan dokter tim pukul 16.00-17.00.
Para powerlifting berlatih di Mielparque Hotel Nagoya mulai pukul 11.00 hingga 11.55, sedangkan pertemuan manajer dijadwalkan pukul 14.00-16.30 dengan lokasi yang masih akan diumumkan.
Para renang memiliki dua sesi latihan di Rainbow Pool, Nagoya City General Gymnasium, masing-masing pukul 11.00-12.30 dan 17.00-18.30.
Shooting para sport menjalani latihan nomor R2 dan R3 pukul 11.00-14.00 serta P2 pukul 14.00-16.00 di Aichi Prefectural General Shooting Gallery.
Para anggar mengikuti pertemuan manajer pukul 13.00-14.00 dan berlatih pada pukul 13.30-16.30 di Nagoya City Inae Sport Center.
Adapun para judo menjalani pengundian pada pukul 14.00-15.00 serta pemeriksaan awal judogi dan nomor punggung pada pukul 17.30-19.30 di Nagoya Tokyu Hotel.
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan dibuka pada Minggu (18/10), sebelum kontingen Indonesia mulai memasuki rangkaian perebutan medali.