Gatot mengatakan, pihaknya memiliki semen hijau dengan intensitas emisi hingga 28 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional pada umumnya.

Menurut dia, penerapan industri hijau di Semen Gresik Pabrik Rembang dilakukan sejak proses produksi hingga pengembangan produk dengan mengedepankan efisiensi sumber daya dan pengurangan jejak karbon.

Semen Gresik juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti Refuse-Derived Fuel (RDF), limbah industri dan biomassa untuk mendukung proses produksi yang lebih berkelanjutan.