Ia mengatakan kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.

Selama enam jam pengamatan aktivitas Gunung Semeru pada Jumat pukul 06.00 sampai 12.00 WIB tercatat 27 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm, dan lama gempa 82-138 detik; kemudian tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 42-79 detik, serta satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 72 detik.

Pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II, asap kawah tidak teramati, cuaca cerah hingga berawan, dan angin lemah ke arah selatan.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.