NADIKABAR.COM — Gunung Semeru (3676 mdpl) di Jawa Timur mengalami erupsi lagi, dan mengeluarkan letusan awan panas guguran (APG) sejauh 4.500 meter, Kamis (5/11).

Peristiwa vulkanik ini tercatat terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 09.24 WIB dengan kolom abu vulkanik tebal yang membubung tinggi mencapai 700 meter di atas puncak kawah atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 5 November 2026 pukul 09:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak 4.376 m di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya.

Pada hari ini, Semeru dilaporkan mengalami erupsi sejak pukul 08.43 WIB, pukul 06.33 WIB pukul 05.37 WIB dan pukul 03.33 WIB.

Sigit memaparkan kolom abu vulkanik tersebut terpantau secara visual berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong bergerak mengarah ke wilayah selatan dan barat daya.

Berdasarkan data pemantauan dari rekaman seismograf di pos pengamatan, erupsi pagi ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 31 milimeter dengan durasi letusan yang berlangsung cukup lama yakni mencapai 7 menit 27 detik.

"Erupsi berupa Letusan disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur ± 4500m dari kawah puncak, mengarah ke tenggara, sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," ujar Sigit.

Sigit mengatakan menyusul aktivitas vulkanik tersebut status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga.

PVMBG pun meminta agar masyarakat dan penambang pasir tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Sigit juga mengatakan, masyarakat juga diwajibkan untuk mengosongkan area dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru untuk meminimalisasi ancaman fatal dari bahaya lontaran batu pijar.

"Kami imbau untuk warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Semeru terutama daerah jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan untuk meningkatkan kewaspadaannya dan selalu siaga karena potensi Awan Panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi," ucapnya.