Pangdam mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi kejadian. Tim memilih waktu operasi sejak pagi untuk menghindari risiko gelombang dan angin yang dapat menghambat pekerjaan penyelam.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter. Pasalnya, meskipun kondisi pesawat sudah tidak beroperasi, masih terdapat potensi bahaya kelistrikan pada bagian badan pesawat. Bahkan dalam proses penyelaman, dilaporkan terdapat seorang penyelam yang sempat terkena sengatan listrik ketika berada di dalam badan pesawat.

"Walaupun pesawatnya sudah dalam kondisi mati, masih ada aliran listrik yang bisa membahayakan bagi penyelam maupun orang yang mendekati lokasi tersebut," tegas Mayjen TNI Zainul Arifin.