Dalam kesempatan yang sama, anggota DPD RI dari Jawa Timur AA Ahmad Nawardi menyebut kunjungannya ke Sanggar Mbah Guru milik Endang Dzunuraini untuk mengecek langsung dedikasi dari kandidat. Dia kagum dengan yang dilakukan Endang Dzunuraini karena bisa berkarya dari desa.

"Ini tersembunyi di desa, mungkin dari Kota Lamongan sekitar 40 menit kalau tidak macet, kalo macet satu jaman. Ternyata ada seorang ibu yang luar biasa memiliki karya yang memberikan pemberdayaan terhadap masyarakat desa, melahirkan kembali budaya batik yang sudah lama mati, beliau hidupkan dengan tanpa tergantung kepada siapa pun, dengan kesadaran sendiri, ini perlu kita apresiasi," ujar Nawardi.

Oleh karena itu, kata Nawardi, DPD RI ingin mengapresiasi karya-karya anak bangsa seperti Endang Dzunuraini ke tingkat nasional. Dia berharap kiprah Endang Dzunuraini ini menjadi inspirasi untuk anak bangsa lainnya.

"Berkarya untuk bangsa ini tidak harus di Jakarta, tidak harus di Surabaya, tapi dari desa pun bisa berkarya dan bermanfaat untuk bangsa ini," katanya.