Pada Gen Z, gym, olahraga raket, serta yoga, pilates, dan poundfit termasuk yang banyak digemari. Sementara milenial banyak memilih gym, lari, dan bersepeda.

Menariknya, motif utama mereka bukan sekadar mengikuti tren. Sebanyak 53,8 persen responden menjadikan olahraga sebagai cara melepaskan stres, 22,5 persen untuk menjaga fisik dan penampilan, dan 17,8 persen karena hobi serta kesenangan. Hanya 1,3 persen yang mengaku melakukannya karena gengsi alias atau fear of missing out (FOMO).

Artinya, pengeluaran wellness semakin dapat dipandang sebagai bagian dari ekonomi kesejahteraan rumah tangga. Manfaatnya nyata, tetapi bukan berarti pengeluarannya dapat dibiarkan tanpa batas.

Survei kemudian memberikan sinyal yang patut diperhatikan ketika sebanyak 46,2 persen responden masih menjaga anggaran olahraga di bawah 10 persen pendapatan. Namun, 22,1 persen mengaku pengeluaran olahraga mulai membuat kondisi keuangan semakin ketat.

Bahkan, 10,6 persen Gen Z mengalokasikan lebih dari 20 persen pemasukan untuk olahraga, sekitar 2,5 kali proporsi milenial yang mencapai 4,1 persen. Sebagian sampai mengorbankan tabungan.