Kedua, data dalam bentuk Analisis Sektoral. Data ini memuat informasi mengenai kondisi berbagai sektor ekonomi, baik berdasarkan skala usaha maupun wilayah.
Selain itu, hasil sensus juga akan menghasilkan berbagai masukan atau insight yang memuat tinjauan dan analisis ekonomi lainnya, termasuk perkembangan ekonomi lingkungan dan ekonomi digital.
Presiden Prabowo Subianto turut menekankan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya memperbarui basis data perekonomian nasional. Menurutnya, kualitas data yang dimiliki BPS menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketepatan kebijakan pemerintah, termasuk dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Prabowo menyebut Indonesia sudah lebih dari satu dekade belum melakukan pembaruan metode maupun dasar penghitungan aktivitas ekonomi. Hal tersebut ia sampaikan dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya beberapa waktu lalu.