NADIKABAR.COM — Indeks Sentimen Konsumen untuk November tercatat 51, lebih tinggi dibandingkan angka 48 pada Oktober. Indeks kondisi ekonomi saat ini maupun indeks ekspektasi konsumen juga mengalami sedikit peningkatan.

Menurut hasil survei tersebut, ekspektasi inflasi konsumen untuk satu tahun ke depan turun dari 4,7 persen pada Oktober menjadi 4,3 persen pada bulan ini, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang turun menjadi 3,4 persen pada November dari 3,5 persen pada bulan sebelumnya. Meskipun mengalami peningkatan, indeks sentimen konsumen masih berada 10 persen di bawah level pada Februari. Ketika sentimen konsumen dari kelompok masyarakat dengan tingkat kekayaan rendah dan menengah meningkat, sentimen konsumen dari kelompok yang memiliki portofolio saham terbesar justru turun sebesar 5 persen setelah periode yang relatif bergejolak di pasar saham, ujar ekonom Universitas Michigan, Joanne Hsu, direktur survei tersebut. Selain itu, komentar para konsumen menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi terbentuknya gelembung ekonomi (bubble) di sektor kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, menurut survei tersebut, kekhawatiran akan biaya hidup masih menjadi perhatian utama konsumen di berbagai lapisan masyarakat.

Sekitar 57 persen responden secara spontan menyebutkan bahwa standar hidup mereka telah tergerus akibat tingginya harga, yang merupakan proporsi tertinggi sejak Mei.