Dari 53 lokasi yang digerebek, salah satu di antaranya adalah Kampung Bahari, kampung di sudut Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu lekat dengan stigma kampung narkoba. Operasi di Kampung Bahari saat itu digelar selama dua hari dengan mengamankan 18 orang.
Dalam penggerebekan itu, BNN mengamankan sabu seberat 159,17 gram, ganja seberat 38,84 gram, dan ekstasi sebanyak 52 butir. Ada juga barang bukti lainnya berupa empat timbangan digital, 16 bong atau alat isap, satu sepeda motor, dan uang tunai Rp 7,6 juta.
BNN kembali menggerebek Kampung Bahari 2 hari kemudian. Hasilnya, BNN menangkap sembilan orang. Barang bukti narkoba yang diamankan antara lain sabu seberat 89.159,42 gram (89 kg), ganja seberat 91,53 gram, dan ekstasi seberat 159 butir.
Suyudi mengatakan kasus narkoba di Kampung Bahari telah meresahkan warga. Suyudi menegaskan bahwa operasi dilakukan bukan hanya penindakan terhadap pelaku, tapi juga pembinaan hingga pemberdayaan warga. Hal itu dilakukan agar situasi kembali aman dan sehat.
"Saya sebagai Kepala BNN Republik Indonesia menyampaikan rasa prihatin atas apa yang selama ini menjadi keresahan masyarakat. Adanya peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah Kampung Bahari untuk itu dalam kesempatan yang baik ini saya mengimbau untuk sama-sama, bahu membahu, bergandengan tangan, lawan narkoba, jangan pernah takut, laporkan," ujar Suyudi dalam video yang dilihat NadiKabar, Senin (17/11/2025).
Komitmen Suyudi dalam upaya pemberantasan narkoba tak hanya dilakukan dalam penegakan hukum. Komitmennya dalam melindungi generasi bangsa ini diwujudkan melalui gerakan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).