NADIKABAR.COM — Operasi Patuh Lodaya 2026 telah berjalan selama satu pekan. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 2.016 pengendara terjaring oleh petugas.
"Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Bogor tanggal 26-31 Oktober 2026 total 2.016 (pelanggaran)," kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Senin (2/11/2026).
Ardian mengatakan jumlah tersebut merupakan gabungan dari pelanggaran yang terjaring baik melalui tilang elektronik (e-TLE) maupun penindakan manual.
"Penindakan pelanggaran lalu lintas e-TLE sebanyak 629," jelasnya.
Sementara itu, petugas melakukan tilang manual di tempat kepada 135 pelanggar yang terjaring. Teguran tertulis juga diberikan kepada 100 pelanggar yang terjaring.
"Teguran sebanyak 1.125 (pelanggar)," imbuhnya.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat resmi memulai Operasi Patuh Lodaya 2026 pada hari Senin, 26 Oktober 2026. Agenda rutin yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 November mendatang ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan pengendara sekaligus menekan angka pelanggaran di jalan raya.
Selain membangun kepatuhan masyarakat, operasi ini difokuskan pada optimalisasi penegakan hukum berbasis elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) demi menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan.
Wakapolda Jabar Brigjen Rachmad Iswan Nusi, memimpin langsung pembukaan operasi yang melibatkan hampir 2.000 personel gabungan dari berbagai instansi tersebut.
"Apel gelar pasukan ini merupakan sarana strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus menyatukan komitmen seluruh jajaran agar operasi berjalan optimal," kata Rachmad dalam siaran langsung Humas Polda Jabar, Senin (26/10).
Ada lima poin utama yang menjadi penekanan Wakapolda Jabar bagi seluruh personel yang bertugas selama operasi berlangsung.
"Pertama, jadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Kedua, kedepankan edukasi dan pendekatan humanis. Ketiga, laksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, dan bertanggung jawab. Keempat, Perkuat koordinasi dan kerja sama lintas instansi. Kelima, laksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat dan berjenjang," jelasnya.