Serangan buaya kembali terjadi setelah sepekan Sinjo tewas diterkam. Kali ini korban serangan hewan predator tersebut ialah bocah laki-laki inisial RS yang baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Korban diterkam buaya saat mandi bersama keluarga dan temannya di Sungai Budong-budong, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo pada Senin (24/8) sore. Saat itu warga langsung ramai-ramai melakukan pencarian setelah buaya menyeret tubuh korban.
Pencarian hari pertama yang dilakukan tim SAR dan warga belum membuahkan hasil. Korban baru ditemukan di hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (25/8) sore.
"Menemukan korban anak yang sebelumnya diterkam buaya dalam kondisi meninggal dunia," ujar komandan tim (Dantim) pencarian, Muh Haerul dalam keterangannya, Selasa (25/8).
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Mateng, Rezky Ilhamsyah menambahkan pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 06.30 Wita. Upaya pencarian dilakukan menggunakan drone, menyisir bantaran sungai hingga 2 kilometer serta pemantauan visual dari darat dan air.
Menurut Rezky, pihak keluarga korban bersama warga sempat melakukan ritual menggunakan telur. Tidak lama, korban kemudian mengapung hingga dievakuasi tim SAR.
"Keluarga bersama tokoh masyarakat melakukan ritual menggunakan telur, korban (tidak lama terlihat) mengapung terangkat dari dasar sungai," ungkap Rezky.
Rezky mengungkapkan lima ekor buaya ditangkap pawang dan warga di Sungai Budong-budong saat pencarian korban RS. Dua ekor buaya ditangkap di hari pertama dan tiga ekor ditangkap di hari kedua pencarian korban.